Sabtu, 17 November 2012

ANDAI AKU MENJADI KETUA KPK



ANDAI AKU MENJADI KETUA KPK

“Korupsi”  sudah menjadi sebuah fenomena  yang sangat akrab bagi masyrakat Indonesia karena kasus yang berhubungan dengannya terjadi pada hampir sebagaian besar oknum yang memiliki kesempatan untuk melakukan itu. Sepertinya fenomena tersebut sangat sulit untuk dihilangkan.
KPK merupakan lembaga yang dikoordinir oleh seorang ketua, hadir untuk menuntaskan fenomena tersebut.
Andai aku yang menjadi ketua KPK, hal yang akan kulakukan adalah:

1.  Menggalang persatuan di kalangan internal lembaga itu sendiri
Hal ini penting demi berlangsungnya kesatuan dan kekuatan dari komponen-komponen yang akan bahu membahu menangani permasalahan besar ini. Kekompakan internal merupakan modal besar bagi keberhasilan sebuah kegiatan.

2. Menggalang kerjasama dengan komponen-komponen eksternal
Dibutuhkan adanya kerjasama dengan pihak luar selain pihak intern agar terjalin konsolidasi yang baik dan terarah, antara lain;

  • ·         Kejaksaan agung dan Kepolisian

Kedua lembaga ini sama peranannya dalam menangani sebuah kasus termasuk korupsi. Disinilah peran ketua KPK dalam menyelaraskan gerak dan langkahnya bersama kedua lembaga tersebut dengan mengusung semangat ‘Berantas Korupsi’ 

  • Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Pendidikan adalah elemen penting untuk membentuk karakter para anak Bangsa. Semangat ‘Anti Korupsi’ dapat dihembuskan melalui kurikulum pembelajaran atau kegiatan-kegiatan ekskul di sekolah akan sangat membantu memperkenalkan secara dini sisi buruk korupsi.


  • ·         LSM, Ormas, Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat

Partisipasi publik dengan fungsinya sebagai alat kontrol sosial tentunya akan sangat mendukung tujuan KPK. Gerakan transparantif, aspiratif dan bertujuan jelas merupakan hal  mutlak.